BURUNG-BURUNG DAN TUMBUHAN
Bagi anda yang ingin atau akan bunuh diri, saya minta anda untuk berhenti sejenak dari memikirkannya. Kadang-kadang orang berbuat sesuatu karena teragitasi, tergerak oleh the spur of the moment—dorongan situasi—bukan atas pemikiran yang matang dan logis. Sebelum melangkah lebih lanjut, saya mohon anda melonggarkan baut-baut ketersinggungan anda dan berusaha untuk lebih kurang peka supaya perkataan-perkataan saya selanjutnya—termasuk kalimat kedua saya barusan yang sangat mungkin terasa menghakimi dan memojok-mojokkan—tidak membuat anda tersinggung, marah, dan semakin menutup diri dari dunia di luar pemikiran anda. Beginilah saya, seseorang yang miskin kosakata dan cara pengungkapan, namun ingin berbagi sesuatu yang sangat berharga yang saya rasa perlu anda dengar sebelum anda melakukan ‘hal itu’; saya sungguh-sungguh berusaha supaya anda tidak semakin terluka, tetapi maafkanlah, mohon mafhum bila ternyata saya berbuat yang sebaliknya menurut anda.
Hal pertama yang harus anda lakukan saat ini juga adalah berhentilah. Berhentilah sejenak memikirkannya. Di kepala anda sekarang ini makin sering dan makin nyaring terdengar suara mengerikan itu: ‘lakukan!’, ‘lakukan!’, ‘sekaranglah saatnya!’, ’semakin ditunda semakin parah akibatnya!’. Berhentilah memikirkannya bahkan berhentilah mendengarkannya! Demi Allah, Tuhan yang sangat menyayangi anda melebihi ibu bahkan anda sendiri, berhentilah! Mohon berhentilah!
Sekarang, jawablah pertanyaan ini. Gerangan apakah yang membuat anda merasa sedemikian hina, merasa rendah dan terbuang sehingga anda merasa anda pantas untuk melenyapkan diri anda sendiri, membuang diri anda dari dunia yang indah ini yang diciptakan oleh Allah yang Maha Pengasih untuk anda? Apakah halnya yang membuat anda merasa anda begitu tidak berguna?
Apakah anda lebih rendah dari rerumputan karena bahkan rerumputan yang demikian rendah pun—diinjak-injak manusia dan hewan, diludahi, dan bahkan diberi kotoran—tidak pernah berniat untuk melenyapkan dirinya?
Pernahkah anda mendengar hewan/bakteri pengurai? Kalau belum, izinkan saya memberikan sedikit keterangan. Bakteri pengurai, dalam pelajaran-pelajaran biologi di sekolahan, berada di tingkatan paling rendah dari rantai makanan. Dengan kastanya yang begitu rendah, ia pun memakan makanan yang paling hina dan menjijikkan: kotoran dari hewan-hewan dari tingkatan yang lebih tinggi. Meski begitu, ia tidak pernah, sekali lagi tidak pernah, berpikir untuk membunuh dirinya sendiri. Apakah anda lebih menjijikkan dari bakteri pengurai?
Baiklah, mungkin perbandingan mengenai hewan tidak terlalu menyenangkan bagi anda. Bagaimana dengan Hitler; anda tahu Adolf Hitler (1889-1945) ‘kan? Dia pendiri Nazi Jerman dan pembantai ribuan orang yang berkuasa pada perang Dunia II.
Lihatlah bahkan setelah ia mempersetankan manusia dan kemanusiaan, ia masih ingin terus berkuasa dan mendominasi seluruh dunia. Memang ia pada akhirnya bunuh diri, tetapi itu hanya setelah ia mencatatkan namanya dalam sejarah dunia (walaupun pada sisi yang kelam) dan mempengaruhi jalannya sejarah itu sendiri. Singkatnya, ia yang sedemikian hina saja masih ingin terus hidup dan berkuasa. Mengapa anda, yang demikian disayangi Allah dan dengan segala kemuliaan anda sebagai yang dikasihi-Nya mau mengakhiri hidup anda?
Mohon renungkan pernyataan ini: walaupun seandainya betul anda benar-benar hina dan malang, anda tidaklah sehina dan sesial Syaithan la’natullah ‘alaih yang telah diharamkan Allah memasuki surga sampai selama-lamanya. Seberapapun menderitanya anda di dunia ini, anda tetap bisa masuk surga—yang akan menghapuskan seluruhnya semua pedih yang anda rasakan—dan karenanya jauh lebih beruntung daripada setan. Dan setan adalah dia yang semakin gencar mendorong anda untuk melakukan tindakan mengerikan itu agar ia mendapat kawan yang sama sialnya, sama hinanya seperti dia.
Berhentilah! Saya mohon, demi Allah, Tuhan yang menyayangi diri anda melebihi ibu anda bahkan melebihi anda sendiri, berhentilah memikirkan mengakhiri hidup anda.
Kalau anda membaca artikel ini pada malam hari, lihatlah ke langit malam. Lihatlah bintang-bintang itu, dan rembulan itu, dan tumbuh-tumbuhan itu, dan sejuk udara yang membelai kulit anda sekarang ini, lihat dan rasakan. Setelah itu, ingat dan yakinkan diri anda, karena sering kita tak yakin, untuk anda semua itu diciptakan-Nya.
Kalau anda membaca artikel ini pada pagi hari, lihatlah cahaya matahari, lihatlah burung-burung, lihatlah tumbuh-tumbuhan, lihatlah semua yang indah-indah yang ada di sekitar anda. Lihatlah semuanya, karena untuk anda semua itu diciptakan.
Lalu senyumlah pada diri anda dan rasakan cinta Allah pada senyuman anda itu.
Lalu ingatlah kenangan indah anda dan rasakan cinta-Nya di setiap detik kenangan itu.
Lalu lihatlah orang-orang yang anda sayangi dan menyayangi anda dan lihatlah kasih sayang-Nya mengalir diantara anda dan mereka. Bayangkanlah betapa sedih dan kehilangan dan merindunya mereka akan anda apabila anda 'meninggalkan' mereka, apalagi dengan cara yang tadi dibisik-bisikkan setan di pikiran anda. Mengapa anda begitu tega untuk bahkan sekedar berpikir meninggalkan mereka?
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah/2:186)
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(An-Nisaa/4:110)
Demi waktu matahari sepenggalahan naik,
dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas (Ad-Duhaa/93: 1-5)
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap
(Alam Nashrah/94: 5-8)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar